Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Untuk Pelestarian Budaya Bangsa

Glonggong, Pati, Jawa Tengah – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pati pada hari Senin (26/11/2018) menyelenggarakan kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2018 dan merupakan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Foto Adegan Wayang Orang yang Diperankan oleh Siswa Siswi SMP

Kegiatan ini dipusatkan di lapangan olah raga Desa Glonggong Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi di Desa Glonggong karena mempunyai letak yang strategis dan kondisi lapangan yang representatif.

Peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2018 ini diikuti oleh perwakilan sekolah se-eks kawedanan Jakenan yang meliputi Kecamatan Jakenan, Kecamatan Jaken, Kecamatan Winong dan Kecamatan Pucakwangi. Adapun wakil dari masing-masing kecamatan adalah SDN Winong 01, SDN Godo 03, SDN Pulorejo (Kecamatan Winong), SDN Sriwedari 02 (Kecamatan Jaken), SMPN 01 Pucakwangi, SMPN 02 Pucakwangi, SMPN 02 Winong, SMPN 01 Jaken, SMPN 02 Jaken dan SMPN 02 Jakenan.

Masing-masing perwakilan kecamatan menampilkan suguhan-suguhan pentas seni tradisional yang sangat mengagumkan. Para penampil menampilkan drama tari, pagelaran wayang kulit dan seni drama tradisional ketoprak. Rata-rata durasi tampilan sekitar dua jam. Acara dimulai pada pukul 9 pagi dan berakhir pada pukul 24.00. Pentas dilakukan secara maraton/bergantian dari pagi sampai malam hari dan sebagai penutup pentas adalah pagelaran drama tradisional ketoprak oleh siswa siswi SMP Negeri 02 Jakenan.

Kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini bertujuan agar seni dan budaya tradisional asli daerah tidak lenyap ditelan hiruk pikuk gempitanya seni dan budaya milik asing yang telah menjamur di Indonesia. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak lebih mencintai budaya bangsa sendiri dan mampu meresapi nilai-nilai yang tersimpan dalam kesenian dan kebudayaan daerah sebagai pembentuk karakter kepribadian bangsa.

Tampilan-tampilan siswa-siswi sekolah tersebut patut dihargai dan diberikan apresiasi. Mereka mampu memberikan pagelaran seni yang adiluhung dan menghibur masyarakat oleh karenanya diharapkan pentas seni ini bisa ditingkatkan kualitasnya dan selalu diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya dengan kemasan yang lebih baik.

Selamat Hari Guru dan bravo anak-anak milenial yang masih peduli dengan seni budaya tradisional.

Penulis  :  Winardi Dwi Jadmiko

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan